Homer Setelah Tiga Ribu Tahun

oleh -19 views

Dalam perjalanan kembali itulah ia seolah harus menghadapi peperangan lain: melewati gua raksasa bermata satu Cyclops Polyphemus, godaan penyihir Circe, nyanyian mematikan Sirens, pusaran monster Scylla dan Charybdis, hingga terperangkap bertahun-tahun di pulau nimfa Calypso.

Sementara itu, di rumah, istrinya Penelope tanpa lelah mempertahankan kesetiaan sambil dikepung para pelamar yang ingin merebut takhta. Ia didampingi putranya Telemachus tumbuh mencari jejak sang ayah.

Hampir setiap nama dalam kedua epos ini kemudian menjelma menjadi dunia tersendiri. Achilles melahirkan novel, film, dan komik tentang kepahlawanan; Hector dikenang sebagai lambang kehormatan; Helen menjadi simbol kecantikan yang memicu perang; Penelope menjadi ikon kesetiaan.

Kemudian, Circe menjelma tokoh utama novel laris; Odysseus menjadi metafora manusia pengembara; bahkan Kuda Troya, Sirens, Cyclops, dan Achilles’ heel telah berubah menjadi ungkapan, metafora, permainan video, judul buku, film, komik, hingga istilah dalam keamanan siber.

Jika Iliad berbicara tentang bagaimana manusia memenangkan perang, maka Odyssey mengajukan pertanyaan yang jauh lebih abadi: bagaimana manusia menemukan jalan pulang setelah perang mengubah dirinya menjadi orang lain.

No More Posts Available.

No more pages to load.