HPMS Cabang Sanana Minta Polisi dan Jaksa Selidiki Kasus Jembatan Wai Bugis

oleh -98 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) Cabang Sanana, meminta pihak Kepolisian Resort Kepulauan Sula dan Kejaksaan Negeri Sanana untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap pemilik PT. Kristi Jaya terkait pembanguna jembatan Air Bugis, Desa Auponhia, Kecamatan Mangole Selatan.

Ketua HPMS Cabang Sanana, Halim Umafagur kepada porostimur.com, Kamis (19/12/2019) mengatakan, jembatan tersebut ditengarai tidak sesuai spesifikasi teknis dan Rancangan Anggaran Belanja yang ada.

“Kami menduga terjadi mark up, karena belum genap dua tahun tapi jembatan udah mau runtuh sehingga masyarakat takut untuk melewatinya. Masyarakat mengatakan jembatan itu sebagai jembatan goyang,” tukasnya.

Selain dugaan mark up dan penyelewengan anggaran, Halim juga menyebut PT. Kristi Jaya belum membayar lunas upah para pekerja.

Akibatnya, saat ini para pekerja menahan dua unit mobil dump truk milik perusahaan.

Baca Juga  Kanwil Kemenag Malut Gelar Kegiatan Deteksi Dini dan Identifikasi Paham Keagamaan di Halbar

Umafagur bilang upah pekerja yang belum di bayar mencapai ratusan juta rupiah. Hal ini membuat para pekerja bingung dan tidak tahu harus mengadu kemana.

Oleh sebab itu, Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) Cabang Sanana meminta pihak Kepolisian dan Kejasaan agar mengambil tindakan.

Hal ini menurutnta guna memberi kepastian hukum dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di masyarakat. (ifo)