Ibrahim Ruray Menang Praperadilan

oleh -580 views
Link Banner

Fahruddin Maloko: Putusan Hakim Pemeriksa sudah Tepat dan Jelas

Porostimur.com | Ternate: Sidang praperadilan dengan Pemohon Ibrahim Ruray yang digelar pada Senin(5/4/2021) pukul 14.00 WIT, masuk pada tahapan Pembacaan Putusan.

Sidang pembacaan putusan yang di ucapkan oleh Hakim Tunggal Pemeriksa Praperadilan Kadar Noh, mengabulkan sebagian Permohonan Praperadilan Pemohon, yang membatalkan surat penetapan Tersangka terhadap Pemohon Praperadilan Ibrahim Ruray.

“Mengadili, 1. mengabulkan permohonan Pemohon untuk sebagian, 2. Menyatakan Surat Penetapan Tersangka Nomor: Print-69/02/Fd.1/02/2021, tertanggal 10 Februari 2021 yang diterbitkan oleh Termohon yang menetapkan Pemohon sebagai Tersangka adalah tidak mempunyai kekuatan Hukum” sebut Kadar Noh dalam pembacaan amar putusan Praperadilan dengan nomor perkara Nomor : 2/Pra.Pid/2021/PN.Tte, pada Pengadilan Negeri Ternate,” ujar Majelis Hakim.

Baca Juga  Rasisme dalam Bermusik, Grammy Awards Ubah Empat Kategori

Hal itu berarti, penetapan tersangka IR dalam dugaan korupsi pengadaan kapal nautika dan alat simulator pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malut, tidak sah.

Link Banner

Hakim PN Ternate memutuskan, menolak eksepsi termohon atau Kejati Malut untuk seluruhnya. Maka pokok perkara yang diputuskan tidak sah adalah penetapan termohon kepada pemohon sebagai tersangka.

Hakim juga memberi perintah kepada termohon untuk patuh pada keputusan pengadilan dan seluruh biaya yang berjumlah nihil juga dibebankan kepada termohon. 

Perlu di ketahui permohonan praperadilan ini diajukan oleh Law Office Hendra Karianga dan Rekan yang dikuasakan oleh Ibrahim Ruray.

Pada dasarnya permohonan praperadilan ini sehubungan dengan Penetapan Tersangka Ibrahim Ruray atas dugaan tindak pidana Korupsi Pengadaan Nautika Kapal tahun 2019 pada dinas pendidikan dan kebudayaan propinsi Maluku Utara oleh Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, alasan pengajuan ini karena belum ada perhitungan kerugian keuangan negara oleh lembaga yang di tunjuk berdasarkan UU, sehingga kecukupan dua alat bukti sebagaimana pasal 184 jo pasal 183 Kuhapidana tidak terpenuhi.

Baca Juga  Biar Lebih Cantik, Ikuti Tips Pilih Hijab Sesuai Warna Kulit Berikut

“Putusan hakim pemeriksa praperadilan sudah tepat dan jelas, dimana Hakim pemeriksa dalam pemeriksaan sidang praperadilan tidak menemukan bukti adanya kerugian keuangan negara yang di tetapkan oleh Lembaga sebagaimana yang diisyaratkan dalam UU.

Maka beralasan hukum jika permohonan kami di kabulkan, karena Kerugian negara dalam delik korupsi terutama pada pasal 2 dan 3 UU Tipikor harus dibuktikan terlebih dahulu. Jadi pertimbangan Hakim Pemeriksa Praperadilan sudah tepat dan Jelas” ungkap Fahruddin Maloko salah satu Tim Kuasa Hukum.

“Perlu diketahui putusan praperadilan ini secara hukum telah membatalkan status tersangka Ibrahim Ruray atas dugaan tindak pidana pengadaan Nautika Kapal Tahun 2019 pada dinas Penididikan dan kebudayaan propinsi maluku utara. Putusan praperadilan ini bersifat final dan tidak dibuka lagi secara perundang-undangan untuk dilalukan upaya hukum,” pungkasnya. (sarjan)