“Kalau kepala sekolah seperti ini, bagaimana bisa dia menjadi pimpinan dalam dunia pendidikan? Dia justru menjadi penghambat. Ini memperburuk misi pendidikan di Kabupaten SBB,” kecam Hehanussa.
Masa Depan Anak Jangan Dikorbankan
Lebih lanjut, Hehanussa menilai kelambanan ini mencerminkan lemahnya pengawasan dari pihak sekolah terhadap administrasi pendidikan. Ia menekankan, keterlambatan seperti ini tidak boleh terjadi di dunia pendidikan yang seharusnya menjunjung tinggi pelayanan terhadap generasi muda.
“Orang tua murid sudah resah, dan ini tanggung jawab kita bersama. Pemerintah harus hadir. Jangan sampai anak-anak ini tidak bisa lanjut pendidikan atau terhambat hanya karena kelalaian birokrasi di sekolah,” tutupnya. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com










