Ini Calon Bupati yang Diidam-idamkan Rakyat Kepulauan Sula, Simak Yuk

oleh -64 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Masyarakat Kepulauan Sula kini mulai disuguhi wacana politik tentang siapa calon terbaik bupati Kepulauan Sula, periode 2021-2026.

Salah satu kriteria pemimpin daerah yang diidam-idamkan oleh masyarakat yaitu seorang pemimpin yang dapat membangun Kabupaten Kepulauan Sula ke arah yang lebih baik.

“Kepemimpinan yang diidam-idamkan oleh rakyat adalah sosok pemimpin yang mampu membawa daerah ini dari ketertinggalan pembangunan,” kata mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana, Sainuddin Mustafa Tidore, Rabu (6/11/2019).

Sainuddin Mustafa Tidore

Sainuddin mengungkapkan, harus diakui bahwa pembangunan yang terjadi ini Kabupaten Kepulauan Sula masih sangat jauh tertinggal dari daerah lain. Oleh karena itu, Kabupaten Kepulauan Sula harus mendapatkan sentuhan dari seorang calon pemimpin yang mau membangun dengan hati.

“Karena harus kita akui bahwa Kabupaten Kepulauan Sula ini membutuhkan sentuhan-sentuhan dari pemimpin yang mau membangun dengan hati daerah ini,” ungkapnya.

Sainuddin menambahkan, pemimpin yang sangat diinginkan oleh rakyat adalah pemimpin yang ingin membangun Kabupaten Kepulauan Sula secara keseluruhan.

“Jadi tidak boleh membangun daerah ini hanya atas kepentingan politik tertentu, bukan untuk kepentingan kelompok. Sehingga rakyat menginginkan pemimpin yang membangun daerah secara keseluruhan,” jelasnya.

Menurutnya, membangun suatu daerah tidaklah segampang sebagaimana dibayangkan banyak orang. Apalagi daerah otonomi baru yang masih memerlukan pembenahan total.

Baca Juga  Kapolres Buru Membagikan Masker Saat Memimpin Pengamanan Aksi Unjuk Rasa

Membangunnya tidak hanya fokus pada infrastruktur saja, melainkan perlu membangun keseimbangan dengan bidang lain, seperti ipoleksosbudhankam (ilmu pengetahuan, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan) serta lingkungan hidup dan mental-spritual.

Tujuannya, agar out put dari pembagunan tersebut bisa diterima, dinikmati sekaligus dapat memberdayakan masyarakat lokal.

Akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula, Syahrul Takim mengatakan, bahwa ”pemimpin itu sederhana”, yang dipegang kata-katanya dan perbuatannya, apakah sejalan atau plin-plan, tidak jelas komitmennya, pagi tahu, sore tempe. Sangat berbahaya pemimpin yang hipokrit menurutnya.

Syahrul Takim

Syahrul mengatakan, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberdayakan rakyatnya.

“Bahwa pemberdayaan masyarakat pada dasarnya pemihakan, penyiapan dan perlindungan untuk menjadi rakyat berdaya,” ujarnya.

Syahrul kemudian menjelaskan beberapa maksud dari rakyat berdaya, yaitu:

Pertama, rakyat yang mampu memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, mereka yang bisa menghasilkan dan menikmati produk yang dihasilkan, mereka harus bisa menikmati apa yang mereka hasilkan.

Baca Juga  Kapolda Maluku Imami Sholat Dzuhur Berjamaah di Tengah Demo Tolak UU Ciptaker

Kedua, rakyat yang berdaya saing, rakyat yang bisa menentukan dirinya sendiri, rakyat yang mempunyai kemampuan dalam merencanakan, melaksanakan, menikmati dan melestarikan apa yang telah dihasilkan.

Ketiga, rakyat yang mampu menentukan sendiri apa yang akan dihasilkan, bagaimana melaksanakan agar yang direncanakan berhasil dan menjadi produk, rakyat yang dapat melestarikan produknya serta mewariskan ke generasi berikutnya.

Ketua Gerakan Indonesia Baru Kepulauan Sula ini menambahkan, ketiga prinsip yang Ia kemukankan di atas akan rapat terlaksana, apabila pembangunan digerakkan dengan hati atau membangun dengan hati, yakni dengan integritas mumpuni.

“Membangun  dengan hati berarti membangun secara tulus ikhlas, kerja keras, melibatkan masyarakat pada setiap tahap perencanaan, rasa tanggung jawab yang tinggi, ada rasa memiliki,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Gerakan Bakalif Bo Pia Sua, Ikhi Tukuboya kepada porostimur.com mengatakan, rakyat Kepulauan Sula membutuhkan pemimpin yang amanah dan tawadhu. Pemimpin yang mampu memperhatikan dimensi solidaritas yang menjadi bagian integral dalam masyarakat.

Baca Juga  Periksa Wagub Maluku, Ini Yang Dicari KPK
Ikhi Tukuboya

“Kepulauan Sula membutuhkan pemimpin yang merasakan penderitaan masyarakat tanpa banyak kata, janji dan slogan. Pemimpin yang membangun dengan hati, jauh dari pujian, popularitas, penghargaan, tebar pesona dan pencitraan,” ujarnya.  

Kita samua tahu pemimpin kita, putra terbaik Sula selama ini sering dihina, difitnah, diejek, di-bully, disingkirkan, dan lain sebagainya namun beliau tetap sabar dan rendah hati demi menjaga agar Kepulauan Sula tetap aman dan damai, ” sambung Ikhi.

Lebih jauh mantan Sekretaris HMI MPO Cabang Manado ini mengatakan, membangun dengan hati tidak analog dengan bantuan, subsidi apalagi gratis, yang sering dikumandangkan oleh beberapa calon kepala daerah dan calon legislatif yang senang dan suka berjanji kepada rakyat.

“Mereka tidak sadar bahwa janji gratis itu seperti bodreks, parasetamol, dan antalgin yang hanya menglilangkan rasa sakit, sementara sumber penyakitnya tidak disembuhkan,” pungkasnya. (if/raka)

(if/raka)