Introvert Lebih Rentan Alami Kecemasan, Benarkah? Yuk, Cek Faktanya di Sini!

oleh -20 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Pembahasan mengenai tipe kepribadian introvert dan ekstrovert memang tidak ada habisnya. Terminologi dari Carl Jung ini juga kerap dijadikan indikator untuk mengukur kemampuan seseorang di suatu bidang hingga dihubungkan dengan gangguan mental tertentu.

Saking ramainya diperbincangkan, tak jarang kita mendengar berbagai mitos tentang dua jenis kepribadian ini. Tapi, apakah introvert lebih rentan alami kecemasan juga merupakan mitos belaka?

Ternyata, hal ini bukan sekedar mitos lho, Beauties! Dilansir dari Bustle, psikolog senior Dr. Russell Morfitt mengatakan bahwa orang dengan tipe kepribadian introvert cenderung lebih rentan alami kecemasan.

Yuk, kita simak apa saja pemicunya di bawah ini!

Beban Pikiran Makin Menumpuk Akibat Sering Memendam Perasaan

Ilustrasi Introvert Memendam Perasaan (Foto: Pexels.com)/ Foto: Alex Green
Ilustrasi Introvert Memendam Perasaan/ Foto: Pexels/Alex Green

Introvert dikenal sangat nyaman dengan keheningan. Dengan menyendiri, ia akan mengembalikan energinya yang terkuras setelah seharian berinteraksi dengan dunia luar.

Baca Juga  IS akhirnya resmi ”menginap” di Lapas

Dikarenakan keterbatasan energinya dalam berinteraksi, introvert cenderung memendam sendiri masalah-masalah berat dan perasaan emosionalnya. Saat menyendiri itulah seorang introvert akan mengevaluasi dan mencerna apa yang dia rasakan.

Tapi, terlalu sering memendam perasaan tentu tidak sehat bagi kesehatan mental. Karena perasaan yang tidak tersalurkan tersebut akan terus menumpuk tanpa menemukan titik terang. Hal inilah yang bisa memicu gejala kecemasan. Kamu akan terus dihantui dengan pikiranmu sendiri tanpa menemukan solusi yang berarti.  

Sulit Berekspresi Karena Terbiasa Menutup Diri

Ilustrasi Introvert Tertutup Foto: Pexels.com)/ Foto: Mbardo
Terbiasa menutup diri/Foto: Pexels/Mbardo

Introvert lebih nyaman untuk bicara dan bercerita pada orang-orang tertentu yang telah mereka percaya. Oleh karenanya, mereka cenderung tertutup pada orang lain yang tidak begitu akrab dan bahkan ragu untuk mengekspresikan diri.

Baca Juga  Kota Ambon Kini Punya 32 CCTV

Kesulitan berekspresi ini bisa disebabkan oleh kecenderungannya mengevaluasi diri terus-menerus karena takut citra yang ditampilkan tidak sesuai ekspektasi. Ketakutan akan citra yang tidak sesuai harapan inilah sebab dari kecemasan itu terjadi.

Cenderung Berlebihan dalam Memikirkan Sesuatu

Ilustrasi Introvert Overthinking (Foto: Pexels.com)/ Foto: Alex Green
Ilustrasi overthinking/Foto: Pexels.com.Alex Green

Overthinking bisa dialami baik introvert maupun ekstrovert. Namun, overthinking pada introvert bisa membuatnya lebih rentan mengalami kecemasan. Hal ini dikarenakan introvert lebih punya banyak waktu untuk memikirkan segala hal secara mendalam dalam kesendiriannya.

Ketika introvert menyendiri, dia akan menyelam dalam permasalahan bahkan ketakutan-ketakutan di dalam kepalanya. Karena permasalahan itu hanya berputar di kepala, kebuntuan pikirannya akan memicu kecemasan dan membuatnya lebih besar seiring waktu tanpa ada penyelesaian. Jika kecemasan ini terus dibiarkan, bisa jadi akan timbul masalah-masalah mental yang baru, sementara masalah yang lama belum terselesaikan.

Baca Juga  Oknum Polisi Kembali Intimidasi Jurnalis di Ternate

Meski gemar menikmati waktu luang sendirian, tidak ada salahnya untuk meminta bantuan atau sekedar meminta pendapat orang terdekat saat menghadapi kesulitan. Ketakutan berlebihan selalu berasal dari pikiran sendiri yang tidak tersalurkan. Ingat, pasti ada jalan keluar untuk setiap permasalahan.

(red/beautynesia)

No More Posts Available.

No more pages to load.