Mansur sebelumnya dikenal dalam dinamika pertambangan di Maluku, khususnya kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru.
Dalam pemberitaan sebelumnya, namanya disebut pernah tersandung perkara PETI dan dikaitkan dengan aktivitas pertambangan emas di kawasan tersebut.
Karena itu, kemunculan Mansur dalam rombongan yang disebut membawa investor China ke kawasan Sinabar Huamual menimbulkan pertanyaan baru.
Apa kapasitas Mansur dalam kunjungan tersebut?
Apakah hanya sebagai pendamping?
Apakah memiliki hubungan bisnis dengan investor?
Atau terdapat agenda lain yang berkaitan dengan rencana pengelolaan kawasan?
Sampai saat ini belum ada penjelasan resmi yang dapat menjawab pertanyaan tersebut.
Zain Latukaisupy Ikut Disebut
Nama Anggota Komisi I DPRD Maluku, Zain Syaiful Latukaisupy, juga muncul dalam informasi mengenai kunjungan tersebut.
Sebelumnya, Latukaisupy diketahui memberikan perhatian terhadap persoalan kawasan Cinnabar Huamual.
Pada 24 Agustus 2026, ia disebut mendukung langkah Polda Maluku, Polres SBB dan Polsek Huamual dalam melakukan pengosongan sementara kawasan tambang Cinnabar Iha.
Pengosongan tersebut disebut sebagai momentum untuk melakukan evaluasi dan penataan kawasan.
Karena itu, apabila benar Latukaisupy ikut mendampingi investor asal China ke lokasi, publik tentu membutuhkan penjelasan mengenai kapasitasnya dalam kunjungan tersebut.









