Komoditas Pangan Jadi Penentu
Iwan menjelaskan, IPH merupakan indikator penting untuk memantau perubahan harga kebutuhan pokok di masyarakat. Nilai IPH yang tinggi menunjukkan kenaikan harga signifikan, sedangkan nilai rendah mencerminkan harga yang relatif stabil.
Sejumlah komoditas yang memengaruhi pergerakan harga di Maluku Utara antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam, beras, hingga minyak goreng.
Kenaikan harga cabai, lanjutnya, menjadi salah satu penyumbang utama inflasi di sejumlah daerah.
Faktor Penopang Stabilitas Harga
Stabilnya IPH di Morotai dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya ketersediaan bahan pokok yang masih mencukupi, distribusi barang yang relatif lancar, serta dukungan komoditas lokal dari sektor perikanan dan pertanian.
Selain itu, upaya pemerintah daerah dalam memantau harga dan menjaga pasokan juga dinilai berperan penting dalam mengendalikan inflasi.
“Upaya pemerintah daerah dalam memantau harga dan menjaga pasokan sangat berpengaruh dalam mengendalikan inflasi,” tambahnya.
Tetap Waspada Fluktuasi Harga
Dengan kondisi IPH di angka 0,54, masyarakat Morotai dinilai masih merasakan harga kebutuhan pokok yang relatif terjangkau. Hal ini berdampak positif terhadap daya beli masyarakat serta menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan.









