AS Siapkan Opsi Militer
Presiden AS, Donald Trump, dilaporkan tengah menerima pengarahan dari Komando Pusat (CENTCOM) terkait opsi serangan militer lanjutan untuk menekan Iran kembali ke meja perundingan.
Selain itu, AS juga mempertimbangkan pembentukan koalisi internasional guna membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz melalui skema “Maritime Freedom Construct”.
Namun, sejumlah negara seperti Prancis dan Inggris menyatakan hanya akan terlibat jika konflik benar-benar berakhir.
Iran Tegaskan Siap Membalas
Dari pihak Iran, peringatan keras kembali disampaikan. Komandan Angkatan Udara IRGC, Majid Mousavi, menegaskan bahwa aset militer AS di kawasan menjadi target potensial.
“Kami telah melihat apa yang terjadi pada pangkalan regional Anda, dan hal yang sama bisa terjadi pada kapal perang Anda,” ujarnya.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan negaranya akan mempertahankan kendali atas Selat Hormuz.
“Orang asing yang datang dari ribuan kilometer jauhnya tidak punya tempat di sana kecuali di dasar perairannya,” katanya.
PBB Peringatkan Dampak Global
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, memperingatkan bahwa jika gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut, dampaknya akan meluas ke ekonomi global.
“Semakin lama arteri vital ini tersumbat, semakin sulit untuk membalikkan kerusakan,” ujarnya.









