Ia menyebut serangan tersebut mengakibatkan korban tewas dan luka di pihak AS, dengan sejumlah korban dilaporkan dirawat di beberapa rumah sakit setempat.
“Operasi akan terus berlanjut sampai pasukan AS dihancurkan dan diusir,” tegasnya.
Pangkalan Arab Saudi Ikut Disasar
Dalam perkembangan lain, IRGC juga mengklaim menargetkan Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi, yang dikenal sebagai salah satu basis penting militer AS di kawasan.
Laporan media internasional menyebut sedikitnya 12 tentara AS mengalami luka-luka akibat serangan tersebut, termasuk dua orang dalam kondisi kritis. Selain itu, sejumlah pesawat pengisian bahan bakar dilaporkan mengalami kerusakan.
Serangan ini disebut menjadi yang kedua kalinya pangkalan tersebut menjadi target sejak konflik meningkat pada akhir Februari lalu.
Eskalasi Konflik Terus Meningkat
Serangkaian klaim serangan ini menunjukkan eskalasi konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah, dengan melibatkan Iran, AS, dan sekutunya.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak militer AS terkait rincian kerusakan maupun jumlah korban sebagaimana diklaim oleh Iran. Situasi di kawasan pun masih sangat dinamis dan berpotensi berkembang lebih luas.
sumber: sindonews











