Iran Sebut Trump Delusi karena Ingin Deklarasikan Selat Hormuz Wilayah AS

oleh -38 Dilihat
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyebut Trump sebagai pemimpin yang sedang memelihara “delusi” dan mendesaknya menerima kenyataan bahwa Teheran tetap memegang kendali atas jalur perairan strategis tersebut.

Syarat yang diajukan antara lain kompensasi atas kerusakan akibat perang, pencabutan sanksi, pelepasan dana Iran yang dibekukan serta penghentian permanen permusuhan terhadap Iran dan sekutu-sekutu regionalnya.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada kesediaan Washington menerima seluruh persyaratan yang diajukan Teheran.

Di sisi lain, Trump menyatakan pemerintahannya tidak terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran.

Dalam wawancara dengan Axios pekan lalu, Trump mengatakan Washington memilih pendekatan yang tidak terlalu menonjol dalam proses pembicaraan, sembari membiarkan tekanan ekonomi terhadap Teheran terus meningkat.

Pembicaraan tersebut oleh Trump disebut sebagai “semi-negosiasi”. Proses itu berlangsung setelah kedua pihak berulang kali berbeda pandangan mengenai nota kesepahaman 14 poin.

Baca Juga  Jelang Musda, Jamil Difinubun: Golkar Aru Harus Dipimpin Sosok Visioner

Nota tersebut antara lain mencakup gencatan senjata sementara, pencabutan bertahap blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta pemulihan lalu lintas komersial melalui Selat Hormuz.

Namun, kesepakatan belum tercapai. Pertempuran kembali pecah pada Juli setelah kedua pihak gagal menyepakati mekanisme pelaksanaan kesepakatan tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.