Porostimur.com, Teheran — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait pada Senin (1/6/2026) pagi.
Serangan tersebut dilakukan hanya beberapa jam setelah Teheran menuduh militer AS menyerang menara telekomunikasi di Pulau Sirik, Provinsi Hormozgan, Iran selatan. Aksi balasan ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan di kawasan tersebut.
IRGC Klaim Hancurkan Target
Dalam pernyataan resminya, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyebut serangan dilakukan sebagai respons langsung atas “agresi” militer AS.
“Menyusul agresi militer AS terhadap menara telekomunikasi di Pulau Sirik, Angkatan Udara IRGC menargetkan pangkalan udara asal serangan tersebut, dan target yang ditunjuk telah dihancurkan,” demikian pernyataan yang dikutip dari media Iran.
Serangan dilaporkan diluncurkan dari wilayah Khuzestan, tepatnya dari sekitar kota Omidiyeh, pada pagi hari waktu setempat.
Kuwait Klaim Serangan Berhasil Dicegat
Sementara itu, pihak militer Kuwait menyatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat serangan yang masuk. Ledakan yang terdengar, menurut otoritas setempat, merupakan hasil intersepsi sistem pertahanan terhadap rudal dan drone yang diluncurkan.











