Israel Larang Ratusan Umat Kristen di Gaza Rayakan Natal di Betlehem

oleh -340 views

“Baik saya maupun orang Kristen lainnya di Gaza tidak dapat mengancam Israel. Israel adalah pembohong dan mereka ingin kami meninggalkan rumah dan tanah kami di sini dan bermigrasi ke negara lain,” tegasnya.

Tahun demi tahun, Tarazi menekankan, Israel memperketat prosedurnya. “Ada lusinan orang Kristen yang mendapatkan izin tetapi tidak jadi pergi ke Betlehem untuk menikmati waktu bersama kerabat mereka karena larangan Israel,” terangnya.

Pada 2007, Israel memberlakukan blokade ketat di wilayah itu, rumah bagi lebih dari 2,3 juta orang, setelah Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) secara paksa menguasainya.

Saat itu, sekitar 3.500 orang Kristen tinggal di Gaza, tetapi sekarang hanya tinggal 1.000 dari mereka yang masih tinggal di daerah tersebut. Beberapa dari mereka berimigrasi ke negara-negara Arab dan Barat, dan yang lainnya pindah untuk tinggal di Tepi Barat karena kesulitan hidup dan kondisi di daerah kantong pantai.

Kasus berbeda dialami Salma Saba, seorang wanita Kristen yang tinggal di Gaza. Dia memperoleh izin untuk pergi ke Betlehem tetapi suami dan putranya tidak mendapat izin dari Israel.

Baca Juga  Trump Klaim Menang, Fakta Bicara Lain: Perang AS-Iran Sisakan Beban Ekonomi Besar

“Saya mendapat izin, tetapi baik suami maupun putra saya tidak mendapat izin, jadi saya memutuskan untuk tidak meninggalkan Gaza dan tinggal bersama mereka di sini. Ini adalah prosedur ilegal yang memalukan. Israel sengaja mengeluarkan izin hanya untuk satu atau dua anggota keluarga saya setiap tahun,” ucapnya. 

No More Posts Available.

No more pages to load.