Jangan Paksakan Rakyat Berteriak Merdeka, jika Perutnya Masih Kosong

oleh -594 views

Data BPS tahun 5 tahun terakhir menyebutkan luas panen padi di Indonesia sebesar 10,9 juta hektar. Total produksi padi sebesar 56,54 juta ton GKG, dan produksi padi tersebut setara dengan 32,42 juta ton beras. Data yang dikeluarkan BPS tersebut merupakan antiklimaks dari karut marutnya data produksi beras nasional sehingga terjadi kegaduhan kebijakan impor beras 2018 yang lalu. Pesan pentingnya adalah tanpa data yang akurat dan valid maka tidak dapat mewujudkan kedaulatan pangan.

Selain beras sebagai makanan pokok yang konsumsi per kapitanya 114,7 kg lima tahun terakhir, maka terigu dalam berbagai bentuk dengan mie sebagai bentuk utamanya ternyata konsumsi per kapitanya sebesar 25 kg tahun tiga tahun yang lalu naik 61,3 persen dari tahun sebelumnya. Bandingkan dengan pertumbuhan konsumsi beras per kapita periode 2007-2017 (selama 10 tahun) hanya sebesar 0,67 persen. Disebutkan alasan rendahnya pertumbuhan konsumsi beras per kapita karena keberhasilan program diversifikasi pangan. Benarkah demikian? Apakah lebih banyak bergeser ke konsumsi terigu yang bahan bakunya impor?

Baca Juga  36 Calon Taruna Akmil Ikuti Tes Kesamaptaan di Ambon

Berdaulat di bidang pangan sebagaimana cita-cita bapak pendiri bangsa saat merdeka dan mengusahakan kedaulatan wilayah dan pemerintahan Indonesia, sepertinya harus dimulai sejak dini. Konsumsi pangan anak-anak menjadi perhatian utama para pembuat kebijakan politik pangan negeri ini. Gerakan sarapan sehat pagi hari di Sekolah Dasar menjadi salah satu program yang perlu dipertimbangkan. Pendidikan makan bersama sebelum belajar dengan makanan yang dapat dikoordinasikan penyediaannya baik secara sukarela atau subsidi pemerintah akan membentuk perilaku dan pola makan generasi muda Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.