Jatimulyo: Desa yang Bangkit dari Laut, Menjaga Sunyi dan Marwah

oleh -279 views

“Cerita pewayangan itu bukan dongeng bagi kami,” kata Pak Sarijo. “Itu jejak.”

Selain Kiskendo, wilayah ini juga menaungi Air Terjun Kedung Pedut, Sungai Mudal, Gunung Kelir, dan Sendang Mudal. Semua masih dalam wilayah Kelurahan Jatimulyo, yang hanya berjarak sekitar 90 menit dari pusat Kota Yogyakarta. Tapi yang jauh bukanlah jaraknya—melainkan suasananya. Di sini, waktu tidak berjalan terburu-buru. Ia seperti berjalan berjinjit.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kelurahan Jatimulyo telah menerima sejumlah penghargaan nasional—dari pelestarian budaya, konservasi alam, hingga pengelolaan wisata berbasis kearifan lokal. Namun Pak Sarijo berkata,

“Yang kami jaga bukan piagamnya, tapi batin warganya.”

Warga tetap menjemur kopi tua di halaman. Anak-anak tetap membawa rumput dengan keranjang. Para perempuan tetap memetik kapulaga liar, menumbuk jagung, atau menyeduh teh di beranda. Tak ada yang berubah, tapi semuanya terasa cukup.

Baca Juga  Perang AS–Israel vs Iran Masuk Hari ke-60, Harga Minyak Naik dan Inflasi Global Tertekan

Di sini, kehidupan bukan perlombaan, tapi perawatan. Adat bukan beban, tapi cahaya. Sunyi bukan kekosongan, tapi warisan.

Jika Anda datang ke sini, mungkin Anda tak menemukan kemewahan. Tapi Anda akan pulang membawa sesuatu yang lebih abadi: kesadaran bahwa hidup tak harus gaduh untuk berarti. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.