Jejak Rindu di Samudera

oleh -1,061 views

“Percuma keluar dek saat di Banongan, kapal masih di tengah laut. Hanya prajurit lapangan yang turun ke daratan bersama amfibi. Jadi, mending rebahan di dek kamar saja.”

“Jaga diri baik-baik. Ingat, tanggal 27 kau harus kembali di sini. Kita masih ada satu perjalanan lagi; pulang ke Louisiana.”

“Tentu, Darl.” balas Marsh dibarengi kedatangan perempuan dari bagian humas kapal.

“Mobilmu sudah datang, Marsh,” kata staf humas itu.

***

Keluar dari Bandara Ngurah Rai, Marsh disergap panas luar biasa. Tubuhnya baru merasai sejuk ketika masuk ke dalam mobil travel yang sudah dipesankan oleh humas kapal, sehari sebelumnya. Dari bandara, mobil melaju ke arah utara menuju Kabupaten Badung. Tidak sampai satu jam, mobil sudah memasuki Kecamatan Mengwi. Kebetulan jalanan Bali sedang lengang. Kemudian mobil memasuki sebuah desa. Di kiri-kanan terhampar pematang sawah.

Baca Juga  Engelina Pattiasina Ingatkan PI 10 Persen Blok Migas Maluku Jangan Jatuh ke Pemburu Rente

Mata Marsh berkaca-kaca. Sebintik air mata membasahi pipinya yang putih kemerahan. Sembari menenteng ransel kecil, Marsh turun dari mobil setelah mengulurkan sejumlah rupiah kepada sopir.

Di kejauhan, pada gerbang sebuah rumah, sorot mata tua mengamati gerak-gerik Marsh. Rona kebahagiaan muncul di wajah tua itu.

“Benar ini rumah Niluh?” tanya Marsh saat berhadapan dengan sorot mata tua itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.