Jelang Demo Malut Memanggil, 2 Jurnalis di Ternate Jadi Korban Intimidasi Oknum Polisi

oleh -986 views

Porostimur.com, Ternate – Dua jurnalis di Ternate diduga mengalami intimidasi dari oknum aparat kepolisian terkait penyebaran flyer seruan aksi demonstrasi yang diduga mengandung isu SARA.

Flyer tersebut menyerukan aksi dari pasangan calon 01, 02, dan 03 untuk mendesak KPU mengambil tindakan terhadap pasangan calon 04, Sherly Tjoanda-Sarbin Sehe.

Yunita Kadir, salah satu Jurnalis mengungkapkan bahwa dirinya didatangi polisi pada pukul 11 malam tanpa disertai surat tugas. Aparat tersebut datang dengan nada mengancam dan menyatakan bahwa Yunita bisa dijerat dengan UU ITE.

“Mereka menanyakan siapa pembuat flyer itu, karena dianggap bisa memicu kekacauan. Padahal, saya sebagai wartawan hanya menyampaikan informasi bahwa besok ada aksi unjuk rasa,” kata Yunita.

Ia juga mengaku mendapat tekanan untuk bertanggung jawab jika aksi tersebut benar terjadi.

Baca Juga  Founder Skolarasa.id Cantika Muhrim Luncurkan Buku “Kaka Guru”

“Sampai demo ini jadi, saya harus bertanggung jawab, begitu kata mereka,” ujar Yunita menirukan perkataan polisi.

Kejadian serupa dialami oleh Rajif, yang juga anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang juga dimintai keterangan oleh polisi mengungkapkan, bahwa pada Senin (02/12/2024) sekitar pukul 00.23 WIT.

“Saya ditelepon nomor baru melalui aplikasi WhatsApp, dengan nomor 08135112xxxx. Tapi karena nomor baru, saya memilih tak angkat. Saya cek nomornya, ia tak tergabung satu grup pun di semua WhatsApp Grup (WAG) saya.Saat ditelepon, saya sedang berada di salah satu kedai kopi di Ternate bersama kru media saya. Saya hanya mengirim pesan ke nomor itu, “Sapa ini, saya di jalan.”Nomor tersebut membalas, “Deng Othen, bole mo baku dapa. ”Saya jawab, “Othen sapa e.”Ia membalas, “Othen Polres.”“Oh bagaimana itu, ada yang bisa saya bantu, Abang?”Lalu nomor itu menelepon kembali. Di percakapan itu, ia meminta saya untuk ketemu, dan menanyakan alamat lokasi saya berada saat itu. Saya diminta ke Polres sebentar untuk diminta keterangan, tapi ia belum menjelaskan maksud dan terkait apa. Saya sempat menelepon balik dan meminta bertemu di Kedai Sabeba, yang memang juga berada di samping Polres Ternate,” kata Rajif, saat itu polisi memintanya ke Polres saja.

No More Posts Available.

No more pages to load.