Dengan demikian, tersedia cadangan daya sekitar 9 GW atau 21,1 persen. Kondisi tersebut dinilai cukup untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama pelaksanaan rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.
Untuk memastikan kesiapan di lapangan, PLN menyiagakan lebih dari 45 ribu personel yang tersebar di 2.275 titik siaga di seluruh Indonesia.
“Saat ini seluruh unit PLN dalam status siaga penuh. Lebih dari 45 ribu personel kami terjunkan di 2.275 titik siaga seluruh Indonesia. Semua bergerak dan semua fokus,” tegas Darmawan.
Kesiapan tersebut diperkuat dengan 1.517 unit genset, 559 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), serta 1.286 unit gardu bergerak sebagai sumber pasokan cadangan.
PLN juga menyiapkan 75 unit kabel bergerak, 318 unit truk crane, 3.424 mobil operasional dan 3.583 motor operasional untuk mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan di lapangan.
Khusus rangkaian kegiatan di Istana Kepresidenan, PLN menerapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis hingga lima tingkat. Sistem tersebut mencakup pembangkit, penyulang, sistem digital Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), UPS hingga genset.
Darmawan juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan pemerintah, khususnya Kementerian ESDM, Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan dan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.









