Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, khususnya pada komoditas pangan strategis.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, serta sejumlah komoditas pangan lainnya dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Rahantoknam menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan program nyata pemerintah daerah untuk membantu masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, agar tetap mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok.
Dorong Konsumsi Pangan Lokal
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut, terutama Badan Pangan Nasional yang turut mendukung pelaksanaan program tersebut.
Selain itu, Rahantoknam mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Gerakan Pangan Murah secara bijak sekaligus meningkatkan konsumsi pangan lokal guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Pemanfaatan pangan lokal sangat penting agar kita tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah. Dengan demikian stabilitas harga dapat lebih terjaga dan ekonomi masyarakat juga ikut tumbuh,” katanya.










