Jemaat Nehemia Ambon Teguhkan 115 Anggota Sidi Baru

oleh -109 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Gereja Protestan Maluku (GPM) Klasis Pulau Ambon, Jemaat Nehemia Ambon, Kecamatan Nusaniwe, melakukan peneguhan terhadap115 anggota Sidi baru, Ahad (28/3/2021).

Peneguhan ke 115 anggota jemaat tersebut dibagi dalam 8 kelompok, Greja Nehemia, Sumber Kasih, Bk Benteng.

Peneguhan anggota Sidi baru ini dilakukan setiap tahun yang dilaksanakan oleh umat Kristen Protetan, bila mana anak-anak muda ini mengikuti Pendidikan Formal Gereja (Katekesasi) yang di dalamnya diberikan banyak konten belajar mengajar sajian firman dan konteks.

Pdt. Netty Salenussa S.si, Pendeta Jemaat Nehemia, mengatakan, terhadap anggota Sidi ini, diberikan pembinaan, nasehat sehingga mereka pengetahuan tentang Alkitab.

“Pembinaan Rohani selama 1 Tahun, sehingga mereka dapat membentuk karkter, spiritualitas dan moral agar mereka menjadi lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga  Pilkada Kepulauan Sula 2020 Bakal Seru: Zulfahri Duwila Yakin Menang

Diharapkan dengan bekal iman, mereka dapat mengaktualisasikan pengakuan mereka lewat sikap tutur kata yang nyata dalam lingkungan.

“Mereka tidak hanya mengaku, tapi bagaimana mereka dapat membangun pelayanan bersama dalam jemaat, serta dapat bersekutu dan bersaksi,” harapnya.

Dalam acara peneguhan yang dilakukan, mereka juga mengikuti anjuran pemerintah dan Sinode untuk mengikuti aturan-aturan yang memutuskan mata rantai covid 19 sesuai protokol Kesehatan guna mencegah penyebaran Virus Corona (COVID-19), seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum masuk ke gedung Gereja.

Bahkan juga di dalam Gereja harus mengikuti protokol kesehatan jaga jarak, hingga waktu untuk beribadah. Tata ibadah harus dipersingkat, sesua arahan yang ditentukan langsung dari Sinode.

Baca Juga  Pasien COVID-19 di Amerika Serikat yang Meninggal Sudah 16 Ribu

Semua anngota Sidi baru harus berrperan aktif memutuskan mata rantai COVID 19 dengan memperhatikan dan mengkuti aturan- aturan yang sudah diberikan.

“Sinode berharap kita diranah jemaat ini harus bisa memperhatikan masalah terkait melawan COVID 19, karena itu paling penting karena misalnya terjadi sesuatu, Ketua Majelis Jemaat akan dipanggil dan ditegur keras oleh Sinode.” tutupnya. (nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.