Jenazah Prada Usman Helembo, Korban Penembakan TPN-PB di Nduga, Berhasil Dievakuasi

oleh -34 views
Link Banner

@porostimur.com | Wamena: Jenazah Prada Usman Helembo, korban penembakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) di Kabupaten Nduga, berhasil dievakuasi ke Kabupaten Mimika, Minggu (21/7).

Diketahui korban yang merupakan personil pasukan Satgas Yonif 755/Yallet, ditembak TPN-PB dilokasi pembangunan jembatan Yuguru-Kenyam, Distrik Yugur, Sabtu (20/7).

Nyawa Prada Usman Helembo tak tertolong akibat luka tembak di bagian pinggangnya. Kemudian jenazah disemayamkan di Kampung Yuguru, lantaran saat hendak dievakuasi, cuaca buruk.

Dilansir Kompas.com, jenazah Prada Usman Helembo dievakuasi dengan menggunakan Helly Bel 412 EP/HA -5178 TNI AD yang di piloti Mayor. Cpn. Suwardi.

Link Banner

Sekitar pukul 09.37 WIT, Helly Bell 412 EP/HA-5178 TNI AD yang dipiloti oleh Mayor Cpn Suwardi, take off dari Hanggar Penerbad, Bandara Mozes Kilangin, Mimika menuju, Camp PT. Pembangunan Perumahan di Kampubg Yuguru.

Baca Juga  Subuh Tadi, Gempa Magnitudo 3.9 Kembali Guncang Kobisonta

Lalu, sekitar pukul 11.13 WIT, Helly Bel 412 EP/HA-5178 TNI AD landing di Hanggar Penerbad, Bandara Mozes Kilangin, Mimika untuk selanjutnya jenazah dibawa ke rumah sakit Caritas Mimika.

“Evakuasi sudah dilakukan pagi tadi. Kini jenazah Prada Usman disemayamkan di rumah sakit Caritas Mimika, sambil dilakukan pemeriksaan,” ungkap Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf M. Aidi, Minggu siang.

Aidi mengatakan, rencananya jenazah Prada Usman Helembo akan diterbangkan ke Wamena, untuk disemayamkan di Kodim Wamena.

“Almarhum berasal dari Kabupaten Yahukimo. Namun, kita belum tahu apakah almarhum dimakamkan di Yahukimo. Kita masih menunggu permintaan dari pihak keluarga. Hanya saja jenazah rencananya kita bawa ke Wamena dulu,” pungkasnya.

Untuk di lokasi penembakan, kata Aidi, pihaknya tak melakukan pengejaran, melainkan melakukan konsolidasi terhadap masyarakat setempat, serta melakukan pengamanan terhadap pembangunan disana.

Baca Juga  Usai Tugas 10 Bulan di Maluku-Malut, Prajurit Badak Ceta Cakti TNI AD Disambut di Cijantung

“Pembangunan infrastruktur akan terus dilaksanakan. Tidak akan dihentikan. Pasukan di sana akan terus mengawal agar proyek strategis pemerintah pusat itu bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

Adu Tembak

Sehari sebelumnya, Sabtu (20/7/2019), penyerangan terjadi di bekas camp PT Pembangunan Perumahan di lokasi pembangunan jembatan Sungai Yuguru, sebagai bagian dari proyek strategis nasional Jalan Trans Papua yang menghubungkan Wamena-Mumugu, Kabupaten Nduga.

Penyerangan dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) yang diduga kelompok Egianus Kogoya, saat anggota TNI sedang melaksanakan Istirahat, Sholat, makan (Isoma) yang  secara tiba-tiba mendapatkan serangan yang muncul dari semak belukar dengan jarak sekitar 300 meter dari kedudukan prajurit.

Baca Juga  Lengkapi berkas AGL dan JLM, AU kembali diperiksa Kejati Maluku

Kata Aidi, kejadian yang sangat singkat dilakukan dengan tembakan rentetan yang muncul dari balik semak belukar secara hit and run.

Pasukan TNI berusaha membalas tembakan dan melakukan pengejaran. Namun dengan pertimbangan keamanan, semak belukar yang sangat tertutup dan banyak jurang yang curam, maka pengejaran dihentikan.

Dalam aksi penembakan itu, nyawa Prada Usman Helembo yang mengalami luka tembak di bagian pinggang sebelah kanan tak tertolong. Ia dinyatakan gugur sebagai pahlawan pembangunan sekitar pukul 14.00 WIT, Sabtu (20/7).

Jenazah Prada Usman Helembo baru dapat dievakuasi Minggu pagi tadi, sebab cuaca buruk melanda Distrik Yuguru yang hanya dapat dilalui dengan transportasi helikopter. (red)