Aidi mengatakan, rencananya jenazah Prada Usman Helembo akan diterbangkan ke Wamena, untuk disemayamkan di Kodim Wamena.

“Almarhum berasal dari Kabupaten Yahukimo. Namun, kita belum tahu apakah almarhum dimakamkan di Yahukimo. Kita masih menunggu permintaan dari pihak keluarga. Hanya saja jenazah rencananya kita bawa ke Wamena dulu,” pungkasnya.
Untuk di lokasi penembakan, kata Aidi, pihaknya tak melakukan pengejaran, melainkan melakukan konsolidasi terhadap masyarakat setempat, serta melakukan pengamanan terhadap pembangunan disana.
“Pembangunan infrastruktur akan terus dilaksanakan. Tidak akan dihentikan. Pasukan di sana akan terus mengawal agar proyek strategis pemerintah pusat itu bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.
Adu Tembak
Sehari sebelumnya, Sabtu (20/7/2019), penyerangan terjadi di bekas camp PT Pembangunan Perumahan di lokasi pembangunan jembatan Sungai Yuguru, sebagai bagian dari proyek strategis nasional Jalan Trans Papua yang menghubungkan Wamena-Mumugu, Kabupaten Nduga.
Penyerangan dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) yang diduga kelompok Egianus Kogoya, saat anggota TNI sedang melaksanakan Istirahat, Sholat, makan (Isoma) yang secara tiba-tiba mendapatkan serangan yang muncul dari semak belukar dengan jarak sekitar 300 meter dari kedudukan prajurit.




