Pemerintahan pun menyerupai kapal dengan terlalu banyak tangan di kemudi. Semua ingin menentukan arah, tetapi tak jelas siapa memastikan tujuan.
Padahal pemerintahan yang baik bukan yang paling banyak menggagas, melainkan yang mampu menjadikan keputusan sebagai garis haluan, kekuasaan sebagai kapasitas etis, dan kebijakan sebagai pedoman utuh.
Jika sumber masalah berada pada cara negara diarahkan dan dikelola, mengganti menteri hanya memindahkan kursi. Pertunjukannya tetap sama.
Setiap kali susunan kabinet berganti, seolah negara ikut diperbarui. Padahal yang berubah hanya wajah, sementara cara kekuasaan bekerja tetap sama.
Pemimpin negara memerlukan keberanian mendengar kebenaran, keteguhan menjaga arah, dan kecakapan mengubah keputusan menjadi kenyataan.
Jika tidak, pergantian kabinet hanyalah cara mahal untuk mengulang kekacauan yang sama—dengan wajah berbeda. (**)









