Putri Haya selama ini terlibat dalam pekerjaan amal dan telah menjabat sebagai duta untuk Program Pangan Dunia dan Organisasi untuk Kesehatan Hewan.
Belum ada konfirmasi langsung dari UEA atau pun Jerman atas laporan media AS tersebut.

Maret lalu, juga muncul laporan bahwa Putri Latifa, putri penguasa Dubai dan istrinya yang lain, mencoba melarikan diri dari negara itu tetapi tertangkap di sebuah kapal di Samudra Hindia dan akhirnya dibawa kembali Dubai.
Putri Latifa mengeluhkan penganiayaan di rumah dalam sebuah video yang direkam sebelumnya, tetapi pada akhir 2018 Kementerian Luar Negeri UEA merilis foto-foto pertemuan Yang Mulia Sheikh Al Maktoum di Dubai dengan Mary Robinson, seorang Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia.
Kementerian itu mengatakan dalam sebuah komunike bahwa pihaknya menyangkal “tuduhan palsu” tentang sang putri. “Mary Robinson diyakinkan bahwa Sheikha Latifa menerima perawatan dan dukungan yang diperlukan yang ia butuhkan,” kata kementerian tersebut. (red)




