Kamala Harris dan Kegagalan “Endorsement” Politik

oleh -399 views

Sementara itu, sekalipun Obama tetap popular dan memiliki pengaruh cukup kuat di sebagian pemilih, tetapi endorsement-nya tidak serta-merta berguna juga bagi Kamala Harris.

Ketokohan Obama di kalangan pemilih Demokrat tidak bisa mengubah persepsi kelompok independen, terutama kalangan konservatif, yang menganggap pemerintahan Demokrat terlalu “kanan”.

Obama memang menarik di kalangan pemilih kaum muda dan kulit hitam. Namun, pada pemilu ini, daya tariknya tidak menguntungkan bagi Kamala Harris.

Keumuman pemilih konservatif menilai dukungan Obama semakin menguatkan narasi bahwa Harris akan memperpanjang “agenda liberal”.

Lingkaran elite Washington

Endorsement politik dari Biden dan Obama menciptakan kesan di kalangan pemilih bahwa Harris adalah bagian dari lingkaran elite Washington yang dinarasikan terputus dari realitas rakyat biasa.

Baca Juga  Anos Yermias Apresiasi Pangdam XV/Pattimura Percepat Pembangunan Helipad di Lermatang

Adapun Trump berhasil membangun citra sebagai “outsider” yang dekat dengan rakyat biasa dan mendeklarasikan diri sebagai pejuang kepentingan kelas pekerja.

Di saat narasi “elite Washington” menguat, Trump menggunakan strategi populis, mengangkat isu-isu yang relevan bagi pemilih konservatif dan kelas pekerja.

Dengan bahasa yang sederhana dan emosional, Trump menyampaikan dan mencitrakan bahwa dirinya adalah pelindung rakyat yang ditelantarkan oleh elite Washington.

No More Posts Available.

No more pages to load.