Porostimur.com, Ouw — Kehadiran Kaneo (Kalesang Negeri Ouw) dalam rangkaian momen perayaan di Negeri Ouw menjadi penegasan komitmen bersama untuk mendorong kemajuan negeri melalui pengembangan bakat, penguatan karakter, serta kebersamaan lintas generasi.
Kaneo hadir sebagai ruang kolektif yang mengajak generasi muda dan seluruh elemen masyarakat untuk kembali melihat, merawat, dan mengembangkan potensi leluhur sebagai fondasi membangun Negeri Ouw ke arah yang lebih maju dan berkelanjutan.
Hidupkan Kembali Bakat Leluhur Anak Negeri
Ketua Kaneo Kalesang Negeri Ouw, Mesac Titahena, menegaskan bahwa Negeri Ouw memiliki kekayaan bakat dan talenta leluhur yang tidak boleh dibiarkan memudar. Menurutnya, potensi tersebut harus terus dihidupkan agar memberi dampak nyata bagi pembangunan negeri.
“Di Negeri Ouw ini banyak bakat. Bakat-bakat leluhur yang mulai surut harus kita hidupkan kembali supaya makin naik dan berkembang. Semua talenta yang Tuhan sudah titipkan dari leluhur sampai ke anak cucu harus dipakai untuk memuliakan nama Tuhan dan membangun negeri,” ujar Mesac.
Ia menilai, pengembangan bakat bukan semata soal kemampuan teknis, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral untuk menjaga identitas dan warisan budaya Negeri Ouw.
Penguatan Karakter Jadi Fondasi Pembangunan
Mesac menekankan bahwa pengembangan bakat tidak dapat dipisahkan dari pembentukan karakter. Karakter yang kuat akan melahirkan nilai-nilai saling mengasihi, saling menghargai, dan memperkuat ikatan persaudaraan di tengah masyarakat.





