Pemetaan Risiko dan Evaluasi Operasi SAR
BASARNAS Ambon telah memetakan sejumlah potensi ancaman di wilayah Maluku selama Nataru, mulai dari bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, gelombang tinggi, tanah longsor, badai tropis, dan angin puting beliung, hingga bencana geologi berupa gempa bumi, tsunami, dan erupsi gunung api.
Selain itu, risiko kecelakaan transportasi laut, udara, dan darat, serta kecelakaan wisata dan pendakian gunung turut menjadi perhatian utama.
Muhamad Arafah juga menyampaikan evaluasi operasi SAR Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, di mana BASARNAS Ambon menangani tiga kejadian kecelakaan laut dan seluruh korban berhasil ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia.
KN SAR Bharata Disiagakan di Tulehu
Untuk Nataru 2025–2026, timeline siaga SAR ditetapkan mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Puncak arus penumpang diprediksi terjadi pada 20–21 Desember dan 27–28 Desember 2025, serta arus balik pada 3–4 Januari 2026.
Pengamanan difokuskan di pelabuhan, bandara, pelabuhan penyeberangan feri, posko gabungan, serta lokasi wisata, termasuk Pelabuhan Tulehu, Pelabuhan Tahoku, dan pelabuhan speedboat masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi, Kapal KN SAR Bharata berukuran 40 meter akan disiagakan dan sandar di Pelabuhan Tulehu mulai 20 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, untuk mengantisipasi kepadatan transportasi laut.










