Kantor Bahasa Provinsi Malut Lakukan Konservasi Sastra Lisan Mantra

oleh -135 views

Kajian Vitalitas Sastra Lisan di Mai’o di Desa Gamtala, Desa Awer, dan Desa Loce, Kabupaten Halmahera Barat, pada 23 – 27 Agustus 2021

Kajian Vitalitas Sastra merupakan tahapan lanjutan dalam pelindungan sastra setelah dilakukan pemetaan sastra. Kajian ini, dimaksudkan untuk mengukur sejauh mana daya hidup sastra lisan suatu daerah. Secara umum yaitu untuk mengetahui status kebertahanan hidup sastra lisan yang ada di kabupaten tersebut. Status sastra lisan itu, berimplikasi pada tindakan yang perlu dilakukan, apakah perlu dilakukan konservasi, revitalisasi, atau konservasi sekaligus revitalisasi.

Kegiatan kajian vitalitas sastra lisan Mai’o dilaksanakan selama 5 hari yaitu pada tanggal 23 – 27 Agustus 2021. Adapun sastra lisan yang menjadi objek kajian vitalitas adalah Mai’o. Penunjukan Mai’o sebagai objek kajian dilihat berdasarkan data yang sudah dikumpulkan sebelumnya pada pemetaan sastra, dan berdasarkan persebaran bahasanya yaitu bahasa Sahu tersebar di Desa Gamtala, Desa Loce, dan Desa Awer.

Baca Juga  Jumlah SMA di Malut Bertambah, Ketimpangan Guru dan Partisipasi Siswa Jadi Sorotan

Mai’o (bahasa Sahu) merupakan jenis berbalas pantun yang disampaikan pada pesta adat, pernikahan, pesta panen, penyambutan pejabat. Mai’o selain menggunakan bahasa Ternate juga menggunakan bahasa Sahu. Tidak hanya disampaikan di rumah adat saja tetapi bisa disampaikan di mana saja. Pelisanan Mai’o bisa dibawakan tanpa alat musik maupun dengan menggunakan alat musik seperti tifa, gong, dan harmonika. Pantun berbalas ini dilakukan oleh 2 orang atau lebih dengan disertai alat musik, pantun yang disampaikan akan berirama seperti nyanyian.