Kapal Bantuan KKP Disewakan, Kadis DKP Kepulauan Sula Tutup Mata

oleh -87 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kepulauaan Sula, Provinsi Maluku Utara, diminta segera ambil sikap tegas terkait penyalah gunaan empat unit kapal penampungan ikan, bantuan Kementerian Kelauatan dan Perikanan (KKP), yang disewakan ke pihak pengusaha oleh Ketua Koperasi Nelayan Fala Cemerlang, berinisial R.H.

Pasalnya, R.H, selaku Ketua Koperasi diduga seenaknya menyewakan empat unit kapal bantuan KKP ke para pengusaha ikan di tiga daerah berbeda.

Penelusuran wartawan di lapangan menemukan fakta, dua unit kapal tersebut disewakan di luar Wilayah Provinsi Maluku Utara (Malut) yakni di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), sedangkan dua unit kapal lainnya disewakan kdpada dua pengusaha ikan di dalam wilayah Malut yakni di Kota Ternate dan Kepulauaan Sula.

Baca Juga  Yamin Akan Sulap Pulau Moti Jadi Destinasi Wisata Rusa

Kadis Perikanan dan Kelautan (DKP)Sula, Adam Umasugi disebut-sebut ikut terlibat dalam sengkarut penyewaan kapal tersebut

Adam terkesan tutup mata atas praktek tersebut dan tidak melakukan penarikan atas kapal yang tidak pada peruntukannya itu.

Menanggapi hal ini, Sumarni Hadira, salah satu anggota pendiri Koperasi Nelayan Fala Cemerlang, dengan dukungan para anggota koperasi, Camat Mangoli Utara, Pj Kades Falabisahaya, dan Babinsa Falabisahaya, memberanikan diri mendesak DKP Sula segera mengambil sikap tegas terhadap Ketua Koperasi.

Sumarni bilang, ketua koperasi telah bertidak seenaknya hingga melampaui batas dan mau menang sendiri tanpa memperdulikan para pendiri dan anggota koperasi lainnya.

“Akibat kebijakan ketua koperasi ini, bukan hanya merugikan kami para anggota tapi juga banyak merugikan negara, karna semua bantuan negara telah disalah gunakan dan hasilnya dimakan sendiri”, ucapnya, Kamis (11/3/2021).

Baca Juga  Sejumlah Media Asing Soroti Kerusuhan di Papua

Marni juga membeberkan, bahwa bukan hanya kapal yang disalahgunakan, tapi sepuluh unit perahu viber bantuan kementerian juga ikut disalahgunakan.

“Bukan hanya masalah kapal, koperasi juga dapat sepuluh unit perahu viber bantuan kementerian, tapi yang datang ke Falabisahaya cuma empat unit, enam unit lainnya hilang entah kemana”, kata dia.

“Bantuan Sosial (Bansos), berupa uang tunai lima puluh jutapun diembat sendiri tanpa sepengetahuan kami para anggota koperasi,” bebernya.

Sumarni berharap, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Sula segera mengambil sikap tegas untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Jangan dibiarkan berlarut-larut. Jangan sampai kerugian makin banyak, hingga meresahkan kami para pendiri dan anggota koperasi lain yang terus meras dirugikan,” tegasnya.(red)

No More Posts Available.

No more pages to load.