Kapankah Kita Berhenti untuk Tidak Percaya?

oleh -9 Dilihat

Sehingga, keputusan untuk mengakhiri hidup, seperti yang dilakukan oleh gadis di Jawa Timur ini, jamak dilakukan.

Dan kekerasan seksual bisa terjadi dimana saja. Pelakunya bisa siapa saja. Bahkan oleh orang-orang yang dikenal secara sosial sebagai orang terhormat dan baik-baik.

Itulah sebabnya, kita sangat membutuhkan UU Perlindungan dari Kekerasan Seksual. Berapa banyak lagi orang-orang yang seharusnya hidup dengan masa depan cerah, bahagia, dan memberi sumbangan kepada masyarakat dan bangsa ini harus terpuruk karena mereka tidak terlindungi?

Saya ingin menghormati gadis ini dan mengenang perjuangannya melawan ketidakadilan dan depresi hingga saat akhir hidupnya. Kebetulan saya menemukan satu kutipan di Twitter yang sangat baik menggambarkan itu.

Beberapa jiwa
terlalu indah untuk dunia ini

Baca Juga  Turnamen Futsal Wali Kota Cup Goes to School 2026, Tual Bidik Atlet POPMAL

& demikianlah mereka pergi

(Nour Saad)

Jiwa gadis ini terlalu indah untuk dunia ini.

Jangan hakimi cara dia mengakhir hidupnya. Tapi hakimilah sistem kemasyarakatan yang membuatnya depresi; sistem keadilan yang tidak berpihak sedikitpun terhadap korban melainkan hanya pada yang kuat dan berkuasa; sistem itulah yang membunuhnya.

Para politisi yang menolak membahas UU Perlindungan terhadap Kekerasan Seksual-lah yang membunuhnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.