Porostimur.com, Piru — Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., meminta media massa mengedepankan peace journalism atau jurnalisme damai dalam memberitakan konflik antara warga Desa Lisabata dan Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Pesan tersebut disampaikan Kapolda saat turun langsung ke Kecamatan Taniwel bersama Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., Sabtu (12/9/2026) dini hari.
Dadang meminta media menggunakan bahasa yang sejuk, tidak provokatif, serta menghindari narasi yang berpotensi memperkeruh situasi di tengah masyarakat yang masih berada dalam kondisi sensitif pascainsiden.
“Kepada media, agar mengedepankan Peace Journalism atau jurnalisme damai dengan menggunakan kata-kata yang dingin. Jangan menggunakan kata-kata yang justru membuat situasi semakin panas,” kata Dadang.
Menurut Kapolda, informasi yang tidak terverifikasi maupun narasi yang provokatif dapat memperbesar kesalahpahaman dan memicu reaksi lanjutan.
Karena itu, ia meminta masyarakat maupun media tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Pesan tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam kunjungan Kapolda Maluku dan Pangdam XV/Pattimura ke Taniwel untuk memastikan situasi pascakonflik tetap terkendali.









