Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru dan orang tua yang telah mendampingi serta memberikan dukungan kepada anak-anak selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, Karnaval Kemerdekaan tidak sekadar menjadi hiburan. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi anak untuk mengenal nilai-nilai kebangsaan, keberagaman budaya, kreativitas dan semangat persatuan dengan cara yang menyenangkan.
Sejumlah satuan pendidikan turut ambil bagian, di antaranya TK Pembina Kairatu, TK Negeri Kamarian, TK Negeri Waimital, TK Dharma Wanita Persatuan Kairatu, TK Kristen Yabok, PAUD Terpadu Kairatu Indah dan PAUD Kolaline Dusun Uraur, Desa Kairatu, serta sejumlah satuan pendidikan lainnya.
Kostum Unik, Karnaval Jadi Ruang Ekspresi Anak
Beragam kostum yang dikenakan para peserta menjadi daya tarik tersendiri. Anak-anak tampil layaknya profesi yang mereka kenakan, sementara sebagian lainnya membawa nuansa budaya lokal melalui kebaya Ambon dan baju cele.
Di sepanjang perjalanan, guru dan orang tua terus mendampingi. Bagi anak-anak, karnaval tersebut bukan hanya tentang berjalan menyusuri jalan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk tampil di depan publik, bermain bersama teman dan mengekspresikan kreativitas.
Penyelenggara berharap Karnaval Kemerdekaan dapat terus digelar dan dikembangkan menjadi agenda tahunan di Kecamatan Kairatu setiap peringatan HUT Republik Indonesia.









