Kasus begal, keluarga korban audiens dengan Kapolres Malteng

oleh -36 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Lamanya penanganan kasus pembegalan dan penjambretan oleh pihak kepolisian setempat menyebabkan keluarga korban kasus dimaksud melakukan aksi unjuk rasa secara damai, di depan Masohi Plaza (Maplas), Senin (17/9), sekitar pukul 09.00 Wit.

Dilengkapi dengan atribut berupa megaphone dan pamflet, keluarga korban berjumlah 3 orang ini menuntut pihak kepolisian agar serius menangani kasus dimaksud.,

Pasalnya, bukan saja korban kasus dimaksud sudah meninggal dunia, namun Polres Maluku Tengah pun dinilai lambat menangani kasus dimaksud, mengingat sudah 150 hari kasus ini berada pada kepolisian setempat dan seolah diam di tempat.

Usai menuntaskan unjuk rasa dimaksud, keluarga korban kemudian meminta diadakannya audiens dengan Kapolres Malteng, AKBP R. Arthur Simamora,S.Ik, namun yang bersangkutan sementara bertugas dinas di luar daerah.

Menyerap aspirasi dimaksud, Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Malteng, AKP Syahrul Awab,S.Ik,S.Sos, pun berkesempatan menghadiri audiens dengan keluarga korban dimaksud.

Baca Juga  Satlantas Polres Morotai Gelar Sosialisasi Tertib Lalu Lintas kepada Jemaat GMIH

Audiens yang dilakukan ini turut dihadiri keluarga korban Julham Waleuru (suami korban) dan Alan Sermat, Ketua GMNI cabang Masohi, Irman Parman dan pihak Dinas Kebangpol Malteng, Rakib Nusalelu.

Menanggapi keluhan keluarga korban, Awab menegaskan pihaknya tak pernah diam terhadap kasus ini dan terus berupaya menuntaskan penanganannya.

”Polisi selalu bekerja dan terus bekerja untuk bagaimana cara mengungkap pelaku tersebut, bahkan berbagai cara sudah dilakukan dengan memancing para pelaku agar bisa melakukan aksinya lagi. Namun selama ini bukti-bukti yang dikumpulkan masih minim, sehinga dari pihak kopilisian terus mencari bukti lagi untuk mengungkap kasus ini,” tegasnya.

Dari pihak keluarga korban khususnya Waleuru, menegaskan tentang terlalu lamanya waktu penanganan kasus dimaksud oleh pihak Polres Malteng.

Baca Juga  Lagu Baru Avril Lavigne Picu Kemarahan Penggemar Kristiani

Bahkan pihaknya hanya memberikan tenggat waktu 1 minggu untuk menuntaskan aksi dimaksud.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan demonstrasi dengan jumlah massa yang jauh lebih besar, jika dalam tenggat dimkasud kasus ini belum ada titik terangnya.

Ditegaskannya, jika saja kasus ini masih belum diresponi juga, pihaknya akan membawa kasus dimaksud ke pihak Polda Maluku bahkan akan sampai ke tingkat Mabes Polri.

Mengapresiasi aspirasi keluarga korban tadi, Awab menjelaskan bahwa aksi unjuk rasa biasa dilakukan oleh keluarga korban namun harus disesuaikan dengan aturan hukum dan prosedur yang berlaku.

”Apabila mau melakukan aksi demo, silahkan saja, asal sesuai prosedur. Dan kasusnya mau dibawa kemana, itu haknya keluarga korban. Namum, kami dari pihak Kepolisian Resort Maluku Tengah tetap bekerja dan terus bekerja,” pungkasnya. (andi)