KBO Intel Polres Kepsul Jadi Pembicara Kekerasan Terhadap Anak

oleh -123 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Kabupaten Kepulauan Sula menempati peringkat teratas oasis kekerasan terhadap anak di Provinsi Maluku Utara. Hal ini disampaikan oleh Kaur Bin Ops (KBO) Ipda Sahlan Tubaka, SH, MH di acara “Pentingnya Kesadaran Hukum Mayarakat Terhadapa Anak” yang dilaksanakan oleh Jurusan Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula di Desa Wai Lia, Kecamatan Sulabesi Timur, Sabtu (14/3/2020)

Alumni Fakultas Hukum Universitas Khairun Ternate ini memaparkan data kekerasan terhadap anak yang didapatkan dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kepsul bahwa jumlah kekerasan terhadap anak dari tahun ke tahun meningkat drastis.

Di tahun 2018 tercatat sebanyak 30 kasus, 2019 meningkat menjadi 50 kasus dan 2020, Januari hingga bulan Maret sudah tercatat 9 kasus kekerasan terhadap anak yang ditangani.

Baca Juga  Presiden Filipina Umumkan Idul Adha sebagai Hari Libur Nasional

Sementara itu data dari Komnas Perlindungan Anak dan Lembaga Perlindungan Anak Malut menunjukkan jumlah peringkat kekerasan terhadap anak di Kepsul berada pada urutan pertama setelah Kota Ternate dan Kabupaten Taliabu.

Link Banner

Olehnya dari presentase itu kata Alan panggilan akrabnya, status Kota Layak Anak di Kepsul yang di eklarasikan pada 20l8 lalu tidak menjadi jaminan untuk menghilangkan kekerasan terhadap anak.

Menurut Penasehat Komnas Perlindungan Anak Propinsi Malut ini, kekerasan terhadap anak banyak dilakukan oleh orang dekat.

Pedator pemangsa daging atau dalam bahasanya karnifora adalah pemangsa daging. sehingga pelaku kekerasan terhadap anak tidak ada ampun untuknya”, ucap dia.

Pria yang juga berprofesi sebagai dosen luar biasa di STAI Babussalam ini mengajak masyarakat untuk memberikan apresiasi atau reward pada aparat Kepolisian, sebab tanpa Kepolisian kejahatan akan semakin subur. (ifo)