Ultimatum Moral untuk Sang Gubernur
Dalam pernyataannya yang keras, IACN memberikan ultimatum moral kepada Sherly Tjoanda:
“Jika Gubernur memilih diam di tengah dugaan ini, maka Anda secara sadar telah menyuburkan praktik korupsi dan nepotisme yang terstruktur. Ini bentuk nyata dari penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi dan keluarga,” tukas Igrissa.
Ia menegaskan bahwa sistem tata kelola pemerintahan yang sehat hanya bisa dibangun melalui transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan publik yang kuat. Tanpa itu, birokrasi akan terus menjadi alat distribusi kekuasaan dan ekonomi oleh elite lokal yang haus rente.
“Dugaan keterlibatan pejabat dalam praktik korupsi bukan semata soal hukum, tapi menyangkut masa depan tata kelola daerah dan kepercayaan publik,” pungkasnya. (Tim)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com











