Kegagalan Anies “Nyagub”, Dilema PDI-P, dan Tantangan Demokratisasi

oleh -257 views

Secara hipotesis, Anies belum tentu memenangi kontestasi Pilkada di Jakarta. Di atas kertas berdasarkan survei, Anies memiliki elektabilitas tertinggi di antara sejumlah tokoh, termasuk Ridwan Kamil. Namun, apakah elektabilitasnya akan stabil bila benar-benar dicalonkan?

Pengalaman Pilpres 2024, elektabilitas Prabowo terus merangkak naik dari waktu ke waktu, berakhir dengan suara terbanyak saat Pilpres 2024.

Sementara itu, elektabilitas Ganjar Pranowo yang tertinggi di awal justru merosot dari waktu ke waktu, berakhir dengan suara terendah. Siapa menjamin Anies tak bernasib buruk seperti Ganjar pada Pilpres 2024?

Saya melihat dilema PDI-P. Satu sisi, desakan untuk memilih kader sendiri begitu kuat. Anies bukan kader PDI-P. Apalagi terdapat simpangan ideologis antara PDI-P dan Anies.

Maka, seperti dikatakan Megawati, Anies harus menjadi anggota PDI-P bila diusung sebagai calon gubernur. Hal itu ditegaskan pula oleh elite PDI-P, mengingat pengalamannya dengan Jokowi yang berakhir tragis.

Baca Juga  LBH Papua Kecam Dugaan Intimidasi terhadap Aktivis Lingkungan di Sorong Selatan

Sisi lain, tentu saja PDI-P tak mau kehilangan peran politik, khususnya di Jakarta, yang sering dianggap “Indonesia mini”.

Demikian kompleks dilema PDI-P antara peran politik yang diinginkan (hanya PDI-P yang tahu persis), realitas politik yang berkembang dan tuntutan nilai-nilai demokrasi.

No More Posts Available.

No more pages to load.