Kehilangan Banyak Kursi, Maatita Mulai Digoyang

oleh -50 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Inkonsistensi kembali ditunjukkan PDI-P Kota Ambon dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 ini.

Pasalnya, dalam even yang sama 5 tahun lalu, partai besutan Megawati Soekarno Putri ini mampu mendulang 5 kursi DPRD pada tingkat kota, sementara untuk DPRD Maluku Kota Ambon mampu menyumbang 2 jatah kursi yang diisi Lucky Wattimury dan Reinhard Toumahuw.

Namun pemilu legislatif tahun 2019, partai berlambang kepala banteng bermoncong putih ini hanya mampu meraup 4 jatah kursi DPRD Kota Ambon dan menempatkan 1 wakil di DPRD Maluku.

Salah satu jatah kursi yang tak berhasil diamankan PDI-P Kota Ambon adalah dari Kecamatan Teluk Ambon dan Baguala yang merupakan basis.

Perolehan suara sendiri merepresentasikan Golkar sebagai pemuncak DPRD Kota Ambon, disusul PDI-P dan Gerindra menempel ketat di belakang keduanya.

Tampuk kepemimpinan DPRD Kota Ambon pun harus direlakan PDI-P kepada Golkar.

Target mengamankan jatah 1 kursi dari Dapil Sirimau II pun pupus meski PDI-P mengusung kader mumpuni sekelas tuan Dati Negeri Batumerah.

Tanpa ingin namanya dipublikasikan, salah satu kader yang berpartisipasi dalam Pileg 2019 dari dapil dimaksud, mengakui salah satu penyebab tidak tercapainya target dimaksud adalah minimnya dukungan masyarakat.

Baca Juga  Kapolda Maluku Cek Pembangunan Mapolda & Kantor Pelayanan BPKB Ditlantas Polda Maluku

”Banyak pendukung yang bertanya, kenapa tidak mencalonkan diri dari partai lain. Kenapa harus PDI Perjuangan? Sebagai kader partai, saya sudah jelaskan PDI Perjuangan adalah partai nasionalis. Tetapi sudut pandang masyarakat terhadap PDI Perjuangan itu sendiri berbeda,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurutnya, guna meraih dukungan masyarakat, sudah saatnya PDI-P merubah pola dan strategi politiknya.

Salah satunya, jelasnya, partai melalui kadernya di DPRD Kota Ambon harus memberikan perhatian khusus pada wilayah-wilayah yang selama ini belum mendapatkan jamahan politik.

Begitupun struktur partai di tingkat bawah, akunya, harus diberdayakan dalam berbagai program di tengah masyarakat, sehingga partai sendiri mendapat simpatik masyarakat.

”Cara ini yang akan merubah merubah mainset masyarakat terhadap PDI Perjuangan,” jelasnya.

Dijelaskannya, mengimbangi masalah ini maka DPC PDI-P Kota Ambon ditunutut untuk melahirkan produk politik internal yang mampu menarik dukungan dan kepercayaan masyarakat.

Baca Juga  Senin Besok, BEM Seluruh Indonesia Siapkan Demo dengan Tuntutan Tetap Tolak Revisi UU KPK

”Saya harap, kedepan pemimpin kita di tingkat DPC dapat melahirkan produk-produk politik internal yang mampu memperkuat basis partai di tingkat bawah. Ini harus menjadi perhatian semua pengurus partai demi kebesaran partai ini,” tegasnya.

Apa yang dialami PDI-P ini, akunya, justru berbanding terbalik dengan kontestan politik lainnya yang baru berpartisipasi dalam even yang sama, namun mampu menyumbang jatah 1 kursi legisatif dari Dapil Sirimau II ini.

”Kita sudah berusaha, tetapi opini yang terbangun sangat melemahkan PDI Perjuangan,” kesalnya.

Di lain sisi, kepemimpinan James Maatita saat ini di DPC PDI-P dinilai gagal.

Pasalnya, selang kepemimpinannya PDI-P harus merelakan tampuk kepemimpinan DPRD Kota Ambon kepada Golkar bulan September 2019 nanti, maupun gagal mempertahankan 2 jatah kursi yang disumbangkan ke DPRD Maluku dalam Pileg 2014 lalu.

Salah satu kader PDI-P yang enggan disebutkan namanya, membenarkan kondisi ini.

Menurutnya, kepemimpinan Maatita atas DPC PDI-P Kota Ambon dinilai tidak berhasil.

Baca Juga  Media Singapura Sebut Uji Coba Vaksin Corona di Indonesia Sangat Berisiko

”Kepemimpinan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Ambon, James Maatita, dinilai gagal. Karena tidak mampu mempertahankan jabatan Ketua DPRD Kota Ambon yang dikuasainya sejak Pemilu 2009 lalu. Sudah saatnya kepemimpinan Maatita dievaluasi. Perlu ada reformasi pada tubuh DPC PDI Perjuangan Kota Ambon dan diisi oleh kader-kader potensial yang mau membesarkan partai dan mengembalikan kejayaan partai ini,” tegasnya.

Kader potensial yang dinilai mampu untuk mengambil alih kepemimpinan Maatita saat ini, akunya, sebut saja Lucky Leonard Upulatu Nikjuluw, Gerald Mailoa dan masih banyak yang patut didorong sebagai Ketua DPC PDI-P.

”Saatnya cuci gudang. Kita butuh pemimpin yang mampu merangkul seluruh potensi partai termasuk mereka di aras bawah. Kader-kader terbaik partai harus direkrut masuk dalam struktur partai. Apalagi mereka yang punya raport politik yang sudah teruji dalam pemilihan legislatif. Saatnya kita rubah cara berpolitik kita kalau partai ini mau kembali berjaya,” pungkasnya.