Dear Kirana
Sejak pertemuan kita diperpustakaan membuatku ingin mengenalmu. Paras wajahmu yang cantik selalu membayang-bayangi langkahku setiap hari. Apakah ini pertanda aku jatuh cinta padamu? Jika jawabnya “Ya”, bolehkah aku memintamu untuk menjadi kekasihku?
Love,
Andre
Sejak kukirimkan e-mail, aku tidak berani menghubungi Kirana melaui telephone genggam ataupun whatsapp. Aku takut dewi cinta tidak berpihak padaku.
2 Hari setelah kukirim e-mail tiba-tiba dia mengirim pesan.
“Mas Andre kemarin kirim email ya, maaf baru membacanya”. Begitu tulis pesannya melalui whatsapp.
Dan akupun membalas maaf kirana aku kemarin kirim e-mail yang gak penting. Menurut Kirana gimana? Kulihat dia sedang “mengetik” tapi lama sekali terkirim dan membuat jantungku terasa mau copot. Ting.. ting… 15 menit kemudian kuterima whatsapp dan benar sekali seperti yang aku takutkan. Dia menolakku. Sepontan perasaanku seperti kehilangan balon berwarna hijau yang membuat hatiku sangat kacau.
“Kita ini baru kenal 3 bulan apakah sudah sepantasnya kita bicara cinta? Kita bagaikan baru mengenal kulit-kulitnya saja” begitu kata Kirana.
Malam ini langit terlihat gelap diselimuti awan tebal berwarna hitam yang menandakan akan turun hujan deras dan akhirnya hujan pun turun dengan deras menemani hancunya hatiku. Aku duduk melamun di dekat jendela kamar sambil memandangi gelapnya langit dan aku teringat setelah hujan pasti akan turun pelangi yang indah. Aku melamun dan memikirkan pesan yang dikirimkan Kirana apakah maksudnya karena kita baru kenalan sehingga dia belum menerima cintaku? Aku akan menunggu sekian lama untuk kembali menyatakan cintaku padanya









