Tiba-tiba ponselku bergetar tanda ada whatsapp masuk menyadarkanku dari lamunan, eh gak tau nya dari seorang kawan lama yang tinggal satu kost ketika di Yogya. Kini dia bekerja sebagai asisten dosen di kampus
“piye kabare dab?” kata dia dengan menggunakan Bahasa prokem Yogya yang artinya apa kabar.
“baik”, jawabku singkat
“aku tadi melihat Kirana datang ke kampus sepertinya dia ada urusan di kampus”
“oya?” Jawabku penasaran.
“Tapi dia datang dengan seorang cowok”, lanjut dia
Kabar dari seorang kawan ini hanyalah membuat hidupku semakin terpuruk. Sakitku saat ini bukan hanya tentang kepergianmu tetapi tentang siapa yang bersamamu setelah aku.
Pagi ini rintik hujan menemani kesedihanku, hati ini terasa sangat perih seperti ada goresan luka dan hujanpun tak akan mampu mengobati luka yang begitu mendalam. Kirana… seandainya waktu bisa aku ulang kembali, aku akan memilih untuk tidak pernah mengenalmu. (*)









