Dear Kirana
Kalo kamu membaca e-mailku. Semoga kamu mau membalasnya.
Aku merindukanmu.
Love,
Andre
Ternyata dapat balasan otomatis: address not found, your message wasn’t delivered to… because the address couldn’t be found or is unable to receive mail. Aku sangat bingung dan takut kehilangan Kirana. Tidak tahu lagi aku harus bagaimana. Keadaan inilah yang selalu kutakutkan, jarak dan waktu yang memisahkan kita membuat semakin jauh hati kita, apalagi cintanya hanya abu-abu, buram, dan hampir tak nampak. Kirana… kenapa cintamu ini seperti kembang api, bersinar indah tapi kemudian redup.
Aku jadi ingin cepat-cepat menyelesaikan kuliahku. Aku sudah tidak betah lagi di kota ini tanpa Kirana. Pagi ini Pesawat Boeing 77 mengantarkanku menuju Jakarta dan meninggalkan Yogya. Ya… Yogyakarta kota sejuta penuh kenangan dan sekaligus mengandaskan cintaku.
Pagi ini aku kembali pada rutinitas seperti sebelum melanjutkan kuliah di Yogya. Bangun pagi untuk mengejar kereta dari Bogor menuju Jakarta. Langitpun hari ini masih seperti kemarin, berhiaskan awan tebal dan hitam sebagai pertanda akan turun hujan.
Sesampai di kantor aku seruput kopi hitam untuk menghangatkan badanku sambil mendengarkan lagu “Sesuatu di Yogya”. Lagu ini benar-benar mengingatkanku bagaimana cinta yang pernah aku rajut bersamanya. Kirana, kamu seperti angin yang sekedar singgah kemudian pergi.









