اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ١ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ٣ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ٥
Iqra’ bismi rabbikal-lażī khalaq(a). Khalaqal-insāna min ‘alaq(in). Iqra’ wa rabbukal-akram(u). Allażī ‘allama bil-qalam(i). ‘Allamal-insāna mā lam ya’lam.
Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Mulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”
2. Waktu Turunnya Malaikat ke Bumi
Malaikat turun ke bumi pada malam Nuzulul Quran. Maka, umat Islam dianjurkan untuk mengisi malam tersebut dengan berbagai amalan kebaikan. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Al-Qadr ayat 4-5:
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ 4 سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ 5
Artinya: “Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.”
4. Malam yang Penuh Keberkahan
Malam Nuzulul Quran juga menjadi malam yang penuh keberkahan. Allah SWT akan mempermudah segala urusan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam melakukan ibadah.









