Sayangnya, pemimpin pasukan yang bernama Al – Furat tidak mampu mengepung Palermo. Dan hanya berselang satu tahun dari perang ini, beliau meninggal dunia karena sakit.
Alhasil, pasukan muslim kemudian diserang balik oleh pasukan bangsa Romawi yang memakai kapal dari Laut Aegea. Dengan berbagai tekanan dari pihak musuh serta penyakit, kaum muslimin saat itu sudah hampir di ujung tanduk dan nyaris kalah.
Mujurnya, pada 830, pasukan dari Dinasti Umayyah tiba dalam waktu yang tepat. Mereka datang dari Spanyol yang saat itu sudah dikuasai Dinasti Umayyah dan membantu pasukan muslimin di Sisilia. Di sinilah terjadi perang besar yang berhasil mengalahkan bangsa romawi.
Pengelolaan Pulau Sisilia
Selanjutnya, Pulau Sisilia dijadikan sebuah basis pemerintahan baru oleh Ziyadatallah I. Ia mengirimkan sepupunya bernama Abu Fihr Muhammad ibn Abd-Allah sebagai gubernur di Palermo.
Sisilia menjadi sebuah kota yang masuk di bawah kekuasaan Dinasti Aghlabiyah. Kota – kota dan pedesaan yang bernafaskan Islam mulai dibangun dengan pusat pemerintahan di Palermo.
Misalnya, seperti sistem pemerintahan yang berdasarkan dinasti atau keturunan kerabat. Dan setiap provinsi dipimpin oleh seorang gubernur yang akan melaporkan pertanggung jawabannya ke ibukota dinasti di Qayrawan.









