Selain itu, sebagai kota yang berbasis pemerintahan Islam, maka warga lokal dan rakyat secara menyeluruh juga wajib mengikuti aturan syariah yang ditetapkan. Sementara itu, bagi yang beragama non muslim diperbolehkan menjalankan agama sesuai kepercayaan yang dianut. Namun, tetap harus membayar pajak negara, pajak tanah ladang. Serta, bagi warga muslim wajib membayar zakat dan kharaj.
Kontribusi Bagi Eropa
Dinasti Aghlabiyah, terkenal dengan prestasinya di bidang arsitektur, terutama dalam pembangunan masjid. Pada masa Ziyadatallah yang kemudian disempurnakan oleh Ibrahim II, berdiri dengan megahnya masjid yang besar, yaitu masjid Qairawan. Menara masjidnya merupakan warisan dari bentuk bangunan Umayyah yang merupakan bangunan tertua di Afrika.
Oleh karena imlah, Qairawan menjadi kota suci keempat setelah Makkah, Madinah, dan Yerusalem. Masjid tersebut disebut sebagai masjid terindah dalam Islam karena ditata sedemikian indah. Selain itu, dibangun pula sebuah masjid di Tunisia, pada masa kekuasaan Ahmad serta dibuat pula suatu peralatan pertanian dan irigasi untuk daerah lfrikiyah yang kurang subur.
Pada akhir abad ke-9, posisi Dinasti Aghlabiyah di Ifrikiyah mengalami kemunduran, dengan masuknya propaganda Syi’ah yang dilancarkan oleh Abdullah Al-Syi’ah atas isyarat Ubaidilah Al-Mahdi telah menanamkan pengaruh yang kuat di kalangan orang-orang Barbar suku Ketama.









