Porostimur.com, Moskwa – Sekelompok orang bersenjata menyerang gereja dan sinagoge di wilayah Dagestan, Kaukasus Utara, Rusia. pada Minggu (23/6/2024). Aksi tersebut menewaskan sedikitnya delapan polisi dan petugas garda nasional serta seorang pendeta.
Kelompok bersenjata tak dikenal itu melancarkan serangan serentak di kota terbesar di Dagestan, Makhachkala, dan di kota pesisir Derbent.
Kantor berita Rusia TASS mengutip sumber penegak hukum mengatakan, kelompok bersenjata yang melakukan serangan di Makhachkala dan Derbent adalah pendukung organisasi teroris internasional, tanpa menyebutkan namanya.
Dinas Keamanan Rusia (FSB) pada bulan April mengatakan pihaknya telah menangkap empat orang di Dagestan karena dicurigai merencanakan serangan mematikan di tempat konser Balai Kota Crocus di Moskwa pada Maret 2024 lalu. Serangan tersebut diklaim oleh kelompok ISIS.
Kelompok milisi dari Dagestan yang berperang dengan tentara Rusia diketahui telah melakukan perjalanan untuk bergabung dengan ISIS di Suriah dan pada 2015 lalu. Kelompok ini kemudian menyatakan telah mendirikan cabang ISIS di Kaukasus Utara.
Dagestan terletak di sebelah timur Chechnya, tempat Pemerintah Rusia memerangi separatis dalam dua perang brutal, pertama pada 1994 hingga 1996, dan kemudian pada 1999 hingga 2000.










