Kematian: Takdir yang Pasti Datang, Walaupun Bersembunyi dalam Benteng Tinggi dan Kokoh

oleh -180 views

Dan apabila mereka mendapatkan hal yang menyenangkan mereka berupa datangnya kesenangan dari kehidupan dunia,mereka menisbatkannya kepada Allah. Dan jika terjadi pada mereka sesuatu yang tidak mereka sukai,mereka menisbatkannya kepada Rasul Muhammad sebagai bentuk kebodohan dan anggapan sebagai sumber kesialan.

Mereka tidak mengetahui, bahwa semua itu berasal dari sisi Allah semata sesuai dengan ketetapan qadha dan takdir-NYA.

Allah SWT menegaskan, kematian sudah ditetapkan dan pasti datang

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ

“Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun. (QS. Al-A’raf Ayat 34)

“Kullu nafsin dzzaiqatul maut” (QS al-Anbiya: 35), semua makhluk pasti akan mati.
Hanya Allah yang kekal: “Kullu syaiin haalikun illaa wajhahu” (QS al-Qashash: 88).

Baca Juga  Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Tual, Taufik Hamud Bidik Kader Terbaik Hadapi Pileg 2031

Kata ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, “Aku tidaklah pernah melihat suatu yang yakin kecuali keyakinan akan kematian. Namun sangat disayangkan, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.” (Tafsir Al Qurthubi)

Mengimani Takdir Kematian

Bagaimana sebenarnya seorang mukmin menyikapi kematian ini? Sebuah hadis menjelaskan sebagai berikut:

No More Posts Available.

No more pages to load.