Beliau bersabda, “Kalian tahu, apa ini?” Para sahabat kemudian menjawab, “Allah dan Rasulnya yang tahu.”
Sambil menunjuk garis yang ada di tengah-tengah Beliau bersabda, “Ini adalah manusia, dan ini adalah ajal yang mengelilinginya.”
Kemudian sambil menunjuk pada garis-garis yang mengitarinya, Nabi bersabda, “Dan ini adalah peristiwa-peristiwa yang mengancam. Jika lolos dari yang satu, ia akan terkena oleh yang lain. Dan garis di luar ini adalah angan-angannya.” (HR Bukhari).
Kita semua akan mati. Itulah pelajaran yang bisa kita ambil dari hadis tersebut. Kematian akan menghampiri siapapun tanpa kecuali. Maut tidak bisa kita hindari. Tidak ada tempat untuk kita bersembunyi. Di manapun kita berada, ajal akan datang menghampiri dan tanpa kita sadari.
Ada banyak cara bertemu maut. Entah karena sakit, terjatuh, kecelakaan atau tanpa sebab sekalipun. Semua cara tersebut adalah kuasa Allah yang pada akhirnya membawa pada satu jalan yaitu kematian.
Allah SWT berfirman:
كُلُّ نَفۡسٍ ذَآٮِٕقَةُ الۡمَوۡتِ ۖ ثُمَّ اِلَيۡنَا تُرۡجَعُوۡنَ
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS al-‘Ankabut: 57).
Usia tidak menjadi ukuran. Tua dan muda tidak menjadi patokan. Jabatan dan kekayaan juga tidak menjadi jaminan. Pada waktunya, manusia akan dijemput maut.









