Kemenag Provinsi Maluku Pilih Desa Tertinggal di Buru Jadi Desa Zakat

oleh -44 views
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]

Porostimur.com | Namlea: Kementrian Agama saat ini telah membentuk Kampung Zakat dalam rangka memberdayakan lima hal penting bagi masyarakat.

Program yang merupakan luncuran pusat ini telah memilih salah satu desa tertinggal di pulau Buru sebagai Desa Zakat yang ada di wilayah Maluku.

Peluncuran program Kampung Zakat ini, dilakukan oleh Sekertaris Dirjen Bimas Islam, Drs H Tarmizi Tohir MA. di Desa Waeleman, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, Jumat (23/8).

Link Banner

Ada lima program unggulan program Desa Zakat seperti, ekonomi, kesehatan, pendidikan dan dakwah serta sektor sosial kemanusiaan.

Menurutnya, program ini bertujuan untuk membangun masyarakat yang mandiri serta kuat.

“Kami memfokuskan program komprehensif ini mencakup berbagai sektor seperti ekonomi, pendidikan, dakwah, kesehatan dan sektor sosial kemanusiaan,” ujar Tharmizi Tohir, saat menyampaikan sambutannya dalam peluncuran kampung Zakat.

Tharmizi menjelaskan program Desa Zakat di peruntukan kurang lebih selama tiga tahun. Fokus program ini adalah untuk para desa 3T di seluruh Indonesia. Program juga melibatkan banyak pihak guna menunjang berjalannya program tersebut.

Baca Juga  Pemkot Bitung Minta Warga Diam di Rumah dan Terapkan Social Distancing

“Program ini melibatkan banyak pihak, di antaranya pemerintah pusat, BAZNAS, Asosiasi Lembaga Amil Zakat yang dinaungi Forum Zakat, serta tidak lepas juga dari peran serta pemerintah daerah. Untuk itu perlu perhatian dan konsentrasi semua pihak guna mendorong dan mensukseskan program ini,” ucap Tharmizi.

Menyikapi peluncuran Desa Zakat oleh Kemenag. Bupati Buru, Ramli I Umasugi menyambut baik hal ini.

“Program ini perlu banyak pihak guna mendukung terselenggaranya kegiatan ini secara baik.” ujar Ramli. (Ima)