Kemenangan Ilusi Gubernur TikTok

oleh -1,278 views

Menurut Mudde (2023) dalam penelitiannya tentang populisme dalam politik lokal, bahwa retorika yang mengidentifikasi rakyat sebagai pihak yang dirugikan dan elit sebagai pihak yang menyalahgunakan kekuasaan, terbukti efektif dalam meraih dukungan pada konteks daerah yang marjinal dan kurang berkembang.

Ilmuwan Otak Taufiq Fredrik Pasiak yang juga merupakan Dekan FK UPN Veteran Jakarta, dalam sebuat tulisannya mengatakan, apa yang ditampilkan Sherly Tjoanda bukan sekadar kesedihan personal. Itu adalah aktivasi kolektif.

Dalam momen-momen emosional yang terekam dan disebarluaskan, ia berhasil menyalakan mirror neuron jutaan orang. Dan ketika sel-sel cermin itu menyala serentak—meniru ekspresi, menyalin rasa, merekam luka—ia membentuk lebih dari sekadar simpati. Ia membentuk perilaku politik. Warga yang tadinya pasif menjadi pembela. Yang apatis menjadi pengikut. Yang ragu menjadi yakin. Bukan karena argumen, bukan karena visi programatik, tapi karena rasa yang dipantulkan secara presisi (Menyimak” Tangisan Gub Sherly Tjoanda, 2025).

Baca Juga  Bupati Ubaid Yakub Sampaikan LKPJ 2025, Ekonomi Haltim Melonjak Signifikan

Kemengan Ilusi

Kemenangan Sherly sudah usai dirayakan. Kini publik Maluku Utara mulai bertanya, apakah kemenangan ini benar-benar mencerminkan suara rakyat yang rasional, atau hanya refleksi dari strategi politik yang sangat terencana dan berbasis pada personal branding.

No More Posts Available.

No more pages to load.