Kembali pada konstitusi.
Kembali pada amanah.
Kembali pada keberpihakan.
Sebab pada akhirnya, negara tidak akan diadili oleh tabel dan grafik, melainkan oleh satu pertanyaan yang tak terhindarkan: ketika warganya sakit, lapar, dan putus asa—apakah negara hadir memeluk mereka, atau justru pergi dengan alasan klasifikasi? (**)
Surabaya, 9 Februari 2026








