Kilas Balik Otomotif 2021, 5 Mobil yang Disuntik Mati

oleh -43 views
Link Banner

Porostimur.com, Jakarta – Pergerakkan industri otomotif di dalam negeri sangat menarik untuk diikuti, terkhusus sepanjang 2021, seiring dengan memulihnya pasar nasional usai terdampak pandemi Covid-19 setahun belakangan.

Tidak hanya hadirnya berbagai produk baru, ternyata pada periode terkait ada beberapa model yang harus pamit atau tidak dijual dan diproduksi lagi karena alasan tertentu.

Mulai karena masalah penyerapan pasar, kurang relevan, digantikan model baru, sampai prihal emisi gas buang kendaraan yang dihasilkan sehingga tidak memenuhi syarat dari pemerintah RI.

Dari beberapa mobil itu, ada dua produk legendaris yang harus pamit dari Indonesia yakni Isuzu Panther dan Honda Civic Hatchback. Kemudian, ada pula kabar mengejutkan dari Suzuki Karimun Wagon R jelang akhir tahun.

Berikut 5 mobil yang disuntik mati di pasar Indonesia selama 2021:

  1. Outlander Sport

Kabar kurang sedap pertama datang dari pabrikan asal Jepang, Mitsubishi melalui, salah satu produk sport utility vehicle (SUV) terlarisnya, Outlander Sport.

Baca Juga  Pisah Sambut, Kasat Reskrim, Kasat Sabhara, Kasat Binmas, Kasat Tahti dan Kapolsek Namlea

Setelah sempat galau karena angka penjualan yang terus tak sesuai target pada Februari 2021 pabrikan akhirnya memutuskan langkah besar dengan menghentikan penjualan.

“Sudah habis unitnya, dan kami memang sudah tidak produksi lagi,” kata Intan Vidiasari, Deputy Group Head Planning & Communication Misubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

Ia menyebut, untuk sementara belum ada calon pengganti untuk Outlander Sport. Namun, tidak bisa diprediksi bagaimana ke depan apakah bakal dimasukkan versi terbaru atau tidak.

  1. Nissan Terra

Tidak berselang lama, Nissan Motor Distribution Indonesia (NMID) akhirnya memutuskan untuk menghentikan penjualan Terra di pasar Tanah Air.

Saat ini, dikatakan Head of Marketing-Communication NMID, Julian Olmon ketersediaan unit Terra sudah habis dan belum ada rencana didatangkan lagi, sehingga tidak bisa memenuhi permintaan konsumen di dalam negeri.

Namun, ia tak mengatakan secara pasti jika kendaraan bongsor itu disuntik mati. Sehingga, masih ada kemungkinan akan ada varian atau model baru yang dibawa ke Indonesia.

Baca Juga  Rayakan HUT Penerangan ke 70, Pendam Pattimura Potong Tumpeng

“Seluruh kemungkinan kami pelajari (mengenai model baru Terra),” ujar dia.

  1. Isuzu Panther

Setelah banyak spekulasi dari pecinta otomotif, mobil keluarga legendaris yang hampir berusia 30 tahun, Panther, akhirnya resmi disuntik mati pada Maret 2021.

Alasan dari PT Isuzu Astra Motor Indonesia (AIMI) sebagai agen pemegang merek, dikarenakan produk tersebut tidak lagi relevan dan sesuai dengan regulasi yang ada khususnya mengenai emisi.

Selain itu, pabrikan juga menyebut adanya pergeseran fokusan ke sektor komersial karena lebih menjanjikan. Sehingga, sulit untuk Panther bertahan karena kurang dukungan dari sisi pengembangan produk.

  1. Honda Jazz dan Civic Hatchback

PT Honda Prospect Motor (HPM) melakukan sejumlah gebrakan baru pada tahun 2021, di mana salah satunya ialah menghentikan dua model andalan yang sudah lama meramaikan pasar Indonesia.

Baca Juga  Rofik Afifudin: Wajib Aplikasi PeduliLindungi Tak Rasional

Pertama ialah Honda Jazz, dengan alasan digantikan oleh model terbaru yang lebih modern yakni Honda City Hatchback. Padahal, mobil sudah 18 tahun dipasarkan.

Kedua ialah Honda Civic Hatchback yang putusannya baru dikeluarkan di awal Desember 2021 kemarin.

Mereka memutuskan menyuntik mati model ini karena karakternya yang terlalu mirip dengan mobil hatchback lain. Perseroan pun akhirnya memilih untuk fokus pada pengembangan Honda Civic RS sedan baru.

  1. Suzuki Karimun Wagon R

Jelang akhir tahun, kabar mengejutkan lainnya datang dari PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) yang memutuskan untuk menutup usia dari mobil murahnya, Karimun Wagon R.

Hal tersebut karena pabrikan sedang berupaya mempercepat proses atas elektrifikasi kendaraan bermotor di dalam negeri. Sehingga, fokusannya beralih supaya lebih optimal.

Namun pabrik masih akan melakukan kegiatan produksi untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke Pakistan. (Akib/kompas.com)

No More Posts Available.

No more pages to load.